(lagi) Suka baca novel

Ketika Cinta Bertasbih

Akhir-akhir ini saya lagi ke ganjringan (nulis nya bener gk ya? :)) baca novel. Terus terang awalnya saya tidak begitu suka dengan novel, kenapa? karena novel itu cerita bacaan yang tidak ada gambarnya sama sekali hehehe… Iya lah, dari beberapa ratus lembar halaman dalam novel itu tidak ada sama sekali ilustrasi yang menggambarkan cerita dari novel itu. Paling ada hanya di cover depannya saja, itu pun menurut saya tidak menggambarkan isi dari novel tersebut.

Alasan kedua kenapa saya tidak menyukai novel adalah karena jumlah halaman yang tebal (dan lagi itu menurut saya). Bayangkan, kita (saya maksdunya) harus membaca buku setebal ratusan halaman hanya untuk mengetahui ending cerita tersebut apakah bahagia atau tidak. Dan kadang ending dari cerita dalam novel tersebut dengan keinginan kita.

Tapi hal itu berubah ketika saya membaca salah satu novel karangan Habiburrahman El Shirazy yang berjudul “Ayat-ayat Cinta”. Buku ini saya beli ketika saya berada di Makassar saat perjalanan dinas awal tahun 2008. Awal membeli buku ini adalah karena penasaran karena cerita teman saya yang mengatakan bahwa buku ini salah satu buku yang Best Seller, akhirnya di dorong rasa penasaran tadi saya membeli juga buku ini meskipun sedikit ragu apakah buku yang setebal lebih dari 300 halaman itu dapat saya habiskan. Dan benar saja, buku itu saya habis baca setelah 4 bulan lamanya hehehehe….

Setelah membaca novel Ayat-ayat Cinta tadi, rasa ketertarikan saya pada novel bertambah besar. Semua itu dikarenakan cerita dari novel -khususnya novel Ayat-ayat Cinta- yang membuat rasa penasaran saya bertambah akan alur-alur cerita yang terjadi pada novel tersebut.

Selesai membaca novel tersebut, saya membeli lagi salah satu novel karangan Habiburrahman El Shirazy yang lain lagi. Kali ini berjudul “Ketika Cinta Bertasbih 1”. Dan lagi rasa ragu saya untuk bisa menyelesaikan novel yang halamannya berjumlah lebih dari 400 halaman. “Tantangan lagi nih…” Pikir saya dalam hati. Tapi toh rasa penasaran saya mengalahkan rasa malas saya (tumben….). Baru setengah buku saya baca ternyata alur cerita nya tidak seperti yang saya pikir sebelumnya. “Cerita yang bagus…!!!.” Kata saya lagi. Tanpa terasa dari jam 10 malam saya baca, jam 2 malam saya habiskan dalam satu kali waktu membaca… Rekor !!!

Penasaran akan kelanjutan novel lanjutannya maka saya keesokan harinya pada sore harinya menyempatkan diri untuk mampir ke toko buku dekat rumah saya. “Dapat…” Ujar saya dalam hati. Dua buku karangan Habiburrahman El Shirazy saya beli sekaligus yaitu “Ketika Cinta Bertasbih 2” dan “Pudarnya Pesona Cleopatra”. Untuk buku yang pertama saya juga habiskan selama 5 jam saja dan buku kedua saya habiskan keesokan harinya dalam waktu 2 jam saya. (kok buku yang kedua lebih lama ya? padahal lebih tipis… aneh hehehe)

Ya itu dia… dari novel-novel tadi diatas adalah awal mulanya saya tertarik untuk membaca novel.

Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s