Jalan-jalan ke toko buku

Buku

Kemarin sebelum nonton Ayat-ayat Cinta, saya dan “teman” disebelah menyempatkan dulu ke toko buku Gramedia Margo City Depok sekedar untuk melihat-lihat buku apa saja yang menarik untuk saya baca. Tetapi semua buku yang ada di etalase tidak cukup menarik untuk saya baca, sedangkan “teman” saya sudah sibuk memilih-milih buku. Saking asiknya sampai mengambil keranjang belanjaan khusus untuk buku.Weleh…weleh, banyak amat dah :D… ya sudah, akhirnya terpaksa saya juga mengeluarkan dompet deh hehehe… Dikasir saya melihat ada salah satu buku yang menarik perhatian saya. Buku itu adalah “The Air Asia Story: Kisah Maskapai Tersukses di Asia” dan tanpa berpikir panjang lagi saya langsung ambil buku tersebut.

Kenapa langsung saya ambil? karena AirAsia setahu saya yang sok tau ini adalah jenis perusahan penerbangan Low Cost Carieer. AirAsia setau saya lagi yang sok tau ini dulu adalah perusahaan penerbangan lokal AWAIR yang diambil/diakuisisi oleh AirAsia. Prinsip dari AirAsia ini cukup sederhana, karena core bisnis mereka adalah jasa transportasi maka mereka hanya fokus pada bidang itu. Jadi untuk fasilitas tambahan seperti online tiket yang dihilangkan, makan di dalam pesawat, pajak atau jasa parkir pesawat semua ditanggung oleh si penumpang. Hal tersebut membuat harga tiket pesawat ini menjadi murah. Hal ini lah yang menjadi daya tarik sendiri bagi konsumen.

Ketika tiba-tiba mengepakkan sayapnya ke angkasa di tahun 2002, AirAsia telah menjadi salah satu maskapai udara hemat biaya yang berhasil di Asia saat ini.

Buku ini melacak sejarah penting AirAsia, dari awalnya yang masih sederhana sebagai pemain kecil dengan hanya dua pesawat, dan menanggung utang sebesar 40 juta RM sejak hari pertama operasinya, hingga keberhasilannya sebagai trendsetter maskapai udara biaya rendah di Asia. Maskapai ini sekarang mengangkut jutaan penumpang dan mendapatkan keuntungan bersih jutaan ringgit setiap tahunnya.

Ini terjadi setelah tragedi 9/11, yang justru menjadi “berkah” bagi AirAsia, meskipun pada saat yang sama AirAsia harus menghadapi persaingan yang ketat dari maskapai udara hemat biaya lainnya, serta kepemimpinan para CEO yang kurang mengenal industri penerbangan.

Buku ini mengupas tuntas tantangan, rintangan, benturan yang dihadapinya, dan bagaimana AirAsia menyelesaikannya.

Maka seperti kata saya diatas, tanpa berpikir panjang saya langsung ambil dari etalase.

Oh iya, satu buku lagi itu judulnya “Jerman dalam seminggu”

Salam

One thought on “Jalan-jalan ke toko buku

  1. Abdullah

    Sekarang, kesadaran membaca dan menulis sangat signifikan di kalangan masyarakat, baik awam maupun profesional. Kesadaran ini diilhami oleh pentingnya membaca bagi keberlangsungan masa depan yang dinamis dan maju. Secara lokal, Indonesia mungkin masih dianggap ketinggalan menyadari pentingnya membaca dibandingkan dengan negara-negara lain yang telah maju lebih dahulu. Wajar saja, Amerika dan Eropa mendapatkan prestasi besar dalam dunia pradaban modern kini, sebab mereka 15 tahun ke belakangnya telah memiliki kegemaran dan kesadaran pentingnya membaca.

    Dari itu, mari kita rapatkan persepsi kita bahwa membaca itu sangat penting dan bermanfaat. Melalui milis ini semua hal ini bisa digagas bersama. P

    Partisifasi Anda sangat kami tunggu untk ikut bergabung di milis mediabaca@yahoogroups.com ini.

    Join silakan klik: http://groups.yahoo.com/group/mediabaca

    Selamat bergabung!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s