Obligasi Retail Indonesia 2008

Seminggu ini, koran terbitan Kompas banyak yang menerbitkan iklan tentang ORI 2008. Mulai dari perbankan sampai pihak securitas yang berpartisipasi menjadi agent penjualan ORI 2008 ini.

Untuk Agent penjualan ORI 2008 ini, Pemerintah bersama dengan Departemen Keuangan RI menunjuk agent penjual ORI yaitu Bank Niaga, BII, Bank Permata, Bank BNI, Bank Bukopin, BCA, Panin Bank, Bank Mega, LippoBank, HSBC, Reliance Securitas, Bank NISP, TRIMEGAH Securitas, Bank Mandiri, Bank BRI, Danareksa, Citibank, Bank Danamon.

Berikut artikel tentang ORI

Investor yang biasa itu institusi mereka belinya besar bisa mencapai Rp 200 milar bahkan lebih. Nah investor individu itu minimal beli Rp 5 juta maksimal Rp 5 miliar.

Apa tujuan pemerintah menerbitkan ORI?

Pemerintah ingin memperluas basis investor di dalam negeri. Kita ingin menahan laju kepemilikan SUN oleh asing. ASing tidak boleh beli karena harus memakai KTP. Yang kedua kita ingin mengubah tren di masyarakat yang hanya ingin menabung, dari saving oriented menjadi investment oriented.

Kita ingin memperkuat pasar modal. Krisis kita selama ini disebabkan sistem perbankan, ketergantungan kita ke perbankan terlalu besar sehingga waktu bank itu kolaps, pada saat terjadi krisis semua ekonominya kolaps. Waktu itu kita belum punya pasar modal yang kuat. Kalau nanti kuat, perusahaan juga banyak yang menggunakan resource dari pasar modal, masyaraka juga makin banyak yang investasi. Nanti akan ada keseimbangan kekuatan antara pasar modal dan bank. Dan itu baik.

Masyarakat yang berminat membeli ORI harus menghubungi siapa?

Untuk ORI masa penawaran tanggal 8-23 Maret. Jadi ditawarkan dengan tenor 3 tahun dengan kupon tertentu ayang akan ditentukan minggu ini. Tata cara pembelian akan disampaikan. Nah pembelian itu harus melalui agen penjual.

Kita sudah menunjuk 16 agen penjual, ada 13 bank dan 3 perusahaan efek. Mereka ini sebagai distributor dari ORI, dia nanti tugasnya adalah mengumpulkan pesanan dari berbagai investor individu. Besaran ini nanti akan disampaikan ke pemerintah. Kemudian pemerintah mengalokasikan ke masing-masing individun dengan catatan mereka sudah membayar.

Jadi pembeliannya melalui agen penjual itu di pasar pedana. Kalau di pasar sekunder bisa melalui agen penjual bisa melalui bursa. Nanti ada mekanismenya, kalau lewat bursa kita harus datang ke anggota bursa, perusahaan efek yang menjadi anggota bursa. Kemudian kita menyampaikan keinginan kita untuk membeli pada harga tertentu, di bursa itu akan dimatch ada yang menjual tidak.
Sumber Artikel: INVESTASEE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s