Berulangnya Bill Saragih…

Kapanlagi.com – Dunia jazz berduka dengan berpulangnya musisi jazz senior Indonesia Bill Saragih yang meninggal di Rumah Sakit RS Fatmawati siang tadi (29/1) sekitar pukul 11.15 WIB karena serangan stroke yang selama ini dideritanya. Sebelumnya, musisi kelahiran Pematang Siantar, Sumatra Utara ini menderita stroke dan dirawat di rumah sakit Internasional Bintaro sejak 8 Januari. Kondisi Bill sempat membaik namun setelah sebelas hari di RS Internasional Bintaro, kondisinya makin menurun dan terpaksa dipindah ke ruang isolasi. Karena semua ruang kelas 1 hingga kelas 3 di Bintaro penuh, akhirnya pihak keluarga memindahkan Bill ke RS Fatmawati. Penyanyi jazz Iga Mawarni membenarkan hal tersebut ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Selasa. Iga Mawarni yang beberapa kali bernyanyi sepanggung bersama Bill mengungkapkan musisi jazz yang mahir memainkan flute, saksofon, dan vibes itu, adalah sosok yang berkepribadian spontan dan terbuka. “Yang selalu saya ingat dari Om Bill, orangnya sangat unik sekaligus spontan. Dalam setiap penampilan panggung maupun di kehidupan sehari-hari, ia tiba-tiba menyelipkan guyonan atau cerita segar yang membuat suasana menjadi meriah,” ujarnya. Bill, dalam kenangan Iga, juga spontan dalam berbicara mulai hal yang ringan sampai hal yang serius tentang musik jazz. “Kadang cara bicaranya meledak-ledak sehingga orang yang belum terbiasa bicara dengan beliau mungkin akan tersinggung. Dulu ketika di awal kenal dengan Om Bill aku juga sempat bingung, dia sedang marah atau bercanda, tapi itu dia mengajari kami (anak-anak muda) tentang musik jazz” kenang Iga. Bill adalah musisi aliran jazz yang lahir pada 1 Januari 1933, menikah dengan Anna Rosemary dan memiliki dua orang anak John Anthony serta Leoni Tiana. Istri Bill, Anna Rosemary meninggal di usia ke-63 tahun pada 18 Januari 1999, di Sydney, Australia. Bill lebih banyak menghabiskan masa hidupnya di luar negeri, dan total menggeluti musik jazz termasuk menjadi leader untuk grup bernama sama dengan namanya Bill Saragih Trio yang eksis di Sydney. Bill yang disebut Luis Amstrong dari Indonesia ini bergelut dengan musik jazz sejak kecil. Ayah Bill mengajarinya mencintai seni sejak kecil. Tak heran pada usia 8 tahun Bill kecil sudah pandai memainkan piano. Pada tahun tahun berikutnya Bill yang terus mengasah kemampuan bermain musik jazz dengan merantau ke Jakarta. Ia kemudian membentuk band bersama Marihot Hutabarat, Salius Hutabarat, Paul Hutabarat dan Herman Tobing pada 1955. Nama Bill terus melambung di belantika musik jazz Indonesia, bahkan hingga ke mancanegara. Bill telah diundang untuk tampil di berbagai pentas musik jazz dunia dan bahkan sempat tinggal menetap di Bangkok dan Australia. Penampilan terakhir Bill di atas pentas adalah 21 November 2007. Ketika itu ia menerima penghargaan ‘Lifetime Achievement Award’ pada ajang musik bergengsi Jak Jazz 2007. Penghargaan tersebut diserahkan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Ireng Maulana kepada Bill yang tubuhnya tampak kurus dan duduk di kursi roda. (kpl/rit)

 http://www.kapanlagi.com/h/0000210884.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s